SIMBOL PALU ARIT MASUK SEKOLAH : Guru-Guru Lapor Ke Polisi

  
Gabbarberita.com– Setelah diduga logo palu arit pada lembaran uang kertas baru, kali ini logo palu arit ditemukan lagi dalam buku pelajaran kisi-kisi Ujian Nasional (Unas).
Penemuan tersebut terjadi di SMAN 1 Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pada buku kisi-kisi Unas mata pelajaran Bahasa Inggris yang dibagikan kepada siswa kelas XII. Para guru melaporkan terkait hal ini pada pihak yang berwenang pada Jum’at (20/1).
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan adanya laporan penemuan gambar di dalam buku dengan motif palu arit yang termuat dalam buku kisi-kisi Unas.
Buku tersebut terdiri atas 170 halaman. Pada hal 16 di bagian Latihan Soal, termuat sebuah teks tulisan berjudul ”Announcing the Robert S. Kenny Prize”, dilengkapi dengan gambar palu arit di bawahnya. Termasuk dua buah soal pilihan di sampingnya.
”Tulisan tersebut dalam bahasa Inggris, yang intinya menceritakan penghargaan kepada pejuang buruh dan Marxis. Sedangkan penerbit buku dan tim penulis dari Mas Media Buana Pustaka, dengan editor Qurrota Ayuni,” papar Yusri di Mapolda Jabar, Senin kemarin (23/1).
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kesbangpolmas Kabupaten Ciamis Drs IIN Indra Juhri (Kasi Kewaspadaan Nasional dan Ketahanan Masyarakat) ungkap Yusri.
Termasuk seluruh camat se-Kabupaten Ciamis. Inti dari koordinasi itu, menyerukan kepada Kepala Sekolah tingkat SMA/SMK yang ada di wilayahnya untuk mengetahui perkembangan tentang penemuan buku yang bermotif palu arit tersebut.
”Berdasarkan hasil kordinasi dan komunikasi dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Drs Wahyu Hidayat, M. Si bahwa saat ini tingkat SMA kewenangannya sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi, kemudian mengenai dana buku tersebut bersumber dari dana komite yaitu, dana iuran siswa/siswi,” tuturnya.
”Pihak Disdik tidak ada keterkaitan dengan pembelian buku yang dilaksanakan oleh pihak SMA/SMK/MA,” sambungnya.
Selain itu, lanjut Yusri, hasil koordinasi dengan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Ciamis Dr H Endang Rahmat, M.Pd, pihak MKKS tidak mengintruksikan ataupun mengakomodir pengadaan buku di tingkat SMA.
Sebab, sudah diserahkan kepada pihak sekolah masing-masing.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Kawali Drs H Sudarman menerangkan, pihak sekolah saat ini mengamankan 80 ekslempar buku yang terdapat simbol palu arit.
Termasuk menyerahkan kembali kepada distributornya CV Mitra Pelajar. ”Sebab, distributor tersebut sudah biasa berjualan buku ke sekolah-sekolah,” kata Sudarman.
”Saat ini, pihak penerbit menarik kembali buku tersebut dari peredaran. Khususnya di SMA 1 Kawali Kabupaten Ciamis,” tandasnya.
Ia juga memastikan, buku itu belum sampai di tangan murid. Sebab, masih tahap pengecekan oleh guru.
”Sebenarnya yang tahu hanya saya dan guru. Sekarang buku sudah diamankan,” ujarnya.
Sudarman mengatakan terdapat gambar palu arit di materi soal unas itu saat dipelajari oleh guru. Dia langsung melarang buku tersebut diedarkan.Sudarman pun langsung melaporkannya ke UPT Pendidikan Kawali terkait penemuan soal tersebut sekitar sepekan lalu.Dan, setelah itu diputuskan penggunaan buku resmi dilarang permanen.
”Buku ini sebelumnya ditujukan untuk kelas 3 yang mau menghadapi unas. Saya lapor ke UPT seminggu lalu dan meminta agar buku itu tidak dipakai,” ungkapnya.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Ciamis Dr H Endang Rahmat MPd juga memastikan, buku bermuatan palu arit yang ditemukan di SMAN 1 Kawali itu tidak jadi konsumsi publik. Khususnya pelajar.
”Saya meminta pihak penerbit mengganti buku itu dengan buku lain yang tak mengandung muatan komunis. Jangan sampai ada gambar semacam itu lagi,” tegasnya.
Kapolsek Kawali Kompol Kusnadi ErisYadi SH mengaku telah melaporkan temuan buku gambar palu arit di buku kisi-kisi unas bahasa Inggris di SMAN 1 Kawali ke Polres Ciamis.
”Untuk sementara ini kita ketahui hanya ada di SMAN 1 Kawali saja. Namun di sekolah lain belum kita temukan, namun kita terus kembangkan,” jelasnya.
Informasi yang berhasil dikumpukannya, buku berisi palu arit itu didanai dari dana BOS. Kini, buku tersebut telah ditarik dan diamankan.
”Kami juga mengimbau kepada sekolah bila ditemukan ada yang seperti itu segera lapor secepatnya nanti kita tidak lanjuti,” ungkapnya.
(AAS-Mgkey)
Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *