Volume Toa Diatur Kemenag, Ini Tanggapan Bupati Luwu

 

Gabbarberita.com, Luwu – Bupati Luwu, Andi Mudzakkar meminta seluruh pengurus Masjid di Luwu untuk mengabaikan edaran Mentri Agama soal aturan pengeras suara (Toa) di Masjid.

Hal ini sebagaimana disampaikan Putera Pejuang Kharismatik Tana Luwu, Qahhar Mudzakkar, saat meresmikan Masjid Al-Barkah Hidayat di desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa pada Jum’at (31/08/18).

“Terkait edaran menteri agama soal pengaturan pengeras suara di Masjid tidak usah khawatir, tidak usah dihiraukan dan dipolemikkan. Bunyikan seperti biasa, saya yang bertanggungjawab, saya meminta masyarakat jangan terbebani,” tegasnya.

Cakka, sapaan akrab Bupati Luwu meminta masyarakat untuk melaksanakan ibadah seperti biasanya, termasuk tata cara membunyikan bacaan Al-Qur’an yang diputar lewat radio di Masjid seperti biasanya.

Dalam kesempatan itu juga Cakka menegaskan, jika ada masalah di lapangan semisal oleh pihak-pihak yang melarang pengeras suara di Masjid untuk menyampaikan jika itu kebijakan dirinya selaku Bupati kota Luwu.

“Kita seperti biasa saja, apa yang sudah kita lakukan, dan orang tua kita sejak dulu, yah pertahankan.

Kalau terjadi Sesuatu, bilang pak bupati yang instruksikan, minta dia tuk menghadap ke saya,” tegasnya lagi.

Seperti diketahui, Kementrian Agama RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam telah mengeurkan surat edaran dengan nomor B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08.2018 tentang tuntunan pengeras suara di Masjid, Langgar dan Mushola.

Sumber: Sindo

Bagaimana reaksi Anda tentang berita ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *